Reting Dopokan:
  • 0 meon suara - 0 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
LanjuTan aSal- Usul
03-12-2010, 09:41 AM,
Posting: #1
LanjuTan aSal- Usul
Pada satu saat permaisuri pun memiliki kesempatan yang tepat untuk memanggil putrinya dan menanyakan latar belakang tingkah lakunya. "Anakku yang cantik, mengapa selama ini ananda selalu menolak lamaran yang datang?" tanya sang permaisuri.

Ditanya demikian sang putri sempat terdiam sesaat. Akhirnya dengan berat hati, sedih bercampur malu sang putri pun menerangkan sikapnya. "Bukanlah ananda tidak mau menerima lamaran itu. Tapi, merasa malu dengan penyakit yang sedang ananda derita ini," jawab sang Putri. "Penyakit apakah yang sedang Ananda derita?" tanya sang Permaisuri lagi.

Ditanya demikian sang putri kembali terdiam. Dia tak berani menatap ibunya. Sang Permaisuri pun segera mendekati sang Putri dan memeluk putri kesayangannya itu. Dalam pelukan permaisuri, sambil terisak, sang Putri pun menceritakan ihwal penyakit yang sedang ia derita. Ia menderita penyakit kelamin.

Mendengar jawaban itu, permaisuri pun mengerti dan merasa sedih dengan nasib putrinya itu dan menyampaikannya kepada baginda. Mendengar berita itu baginda sangat bingung. Ia tak tahu harus berbuat apa. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuat sayembara. Dipanggilnya hulubalang istana.

"Hai hulubalang, buatlah sebuah pengumuman ke seluruh negeri ini. Barang siapa dapat menyembuhkan sang putri, sebagai hadiah akan dinikahkan dengan putriku," perintah baginda.

Disebarkanlah pengumuman itu ke seluruh negeri. Banyak orang yang datang untuk mencoba menyembuhkan sang putri. Namun, setelah berbagai ikhtiar dilakukan, tak satu pun yang berhasil. Putuslah harapan baginda terhadap kesembuhan putrinya. Karena tak berhasil, baginda pun memilih menempuh jalan lain. Mengasingkan sang putri ke sebuah semenanjung, di sebelah utara Pulau Bali.

Sesampai di tempat yang dituju, di tengah hutan, sang putri ditinggal sendiri. Ia ditemani seekor anjing, bernama Tumang. Sesekali waktu datang beberapa orang pembantu istana datang melihat keadaannya sambil membawakan segala keperluan hidup.
Kemudian, setelah memohon kepada dewata bagi perlindungan anaknya, dengan sedih baginda pun meninggalkan tempat tersebut.

Suatu hari, ketika sang putri sedang buang air kecil, dilihat oleh Tumang, anjing peliharaannya itu. Lalu, Tumang pun menjilati air kencing sang putri, juga sisa-sisa air kencing yang melekat di kemaluan sang putri. Sang putri pun membiarkannya. Kejadian seperti itu berlangsung hampir setiap kali sang putri kencing dan cukup lama. Satu keanehan terjadi. Penyakit yang diderita sang putri berangsur sembuh.
Sudah menjadi hukum alam bahwa, manusia adalah makhluk yang lemah. Begitu juga dengan sang putri. Sebagai seorang gadis remaja, ia juga mendambakan kehangatan kasih mesra seorang kekasih. Karena tanpa pengawasan, ditambah lagi asmara yang sedang menggelora, maka perbuatan dengan anjingnya itu berubah sebagai pelampiasan nafsunya yang sedang menggelora. Hari berganti pekan, pekan berganti bulan, kebiasaan sang putri berujung menjadi hubungan kelamin antara kedua makhluk berlainan jenis dan keturunan itu, hingga akhirnya sang putri pun mengandung.

Ketika rombongan dari istana datang meninjau, kelihatanlah bahwa keadaan putri telah berubah dari biasanya. Melihat keadaan itu, pemimpin rombongan menanyakan kejadian sebenarnya yang dialami sang putri. Setelah didesak, sang putri pun berterus terang dan menceritakan apa yang telah dilakukannya dengan si Tumang.

Begitu kembali ke istana, kabar buruk itu pun langsung disampaikan pemimpin rombongan kepada baginda dan permaisuri. Begitu mendengar kabar tersebut, bukan main murkanya baginda. Ingin rasanya ia segera menyudahi putrinya itu.

Setelah beberapa hari berfikir, baginda mendapat cara untuk menyelesaikan persoalan yang menimpa putrinya tersebut. Pada suatu malam, baginda mensucikan diri dan memohon kepada dewata agar putrinya dihukum dengan jalan menghancurkan tempat yang dihuni putrinya berhubung tempat tersebut telah menjadi kotor, sehingga akan mencemarkan nama baik baginda.

Dengan kehendak dewata, beberapa hari kemudian turun hujan sangat deras disertai angin ribut yang sangat besar. Sekejap kemudian putuslah bagian semenanjung utara Pulau Bali yang ditempati sang putri diasingkan, lalu hanyut terapung-apung dibawa gelombang ke utara.
di Balik PerJuangan Keras Ku PaZti kan MemBuahkan HasiL nyaNg mEmuaZkan
aaaaaaaMieeeennnnn

Add Thank You
03-12-2010, 09:46 AM, (Postingan kiye terakhir diubah : 03-12-2010, 09:46 AM {2} daning ayiep_wawan. Edit Reason: )
Posting: #2
RE: LanjuTan aSal- Usul
bisane ora digabung bae sih lik? kakehen tread...padahal copas tok owh ya? Ngikik

yen bisa ditranslate mrg tegalan atw diwein prolog tegalan lik.... Es Teh
aja klalen diwein sumbere...
"Orang sukses adalah orang yang dapat menghasilkan uang lebih banyak daripada yang istrinya habiskan"
pesbuke enyong

Add Thank You
03-12-2010, 03:01 PM,
Posting: #3
RE: LanjuTan aSal- Usul
maksude pimen nok???
road to
6666th

Add Thank You
04-12-2010, 12:49 PM,
Posting: #4
RE: LanjuTan aSal- Usul
Daning kaya critane gunung tangkuban perahu nang Bandung.
:takon: Ngukuri batuk
Sejatine ora ana kang gawe siji perkara kejaba gusti Allah SWT dewe, manungsa niku namung alat.
myfacebook

Add Thank You
02-06-2011, 05:12 AM,
Posting: #5
RE: LanjuTan aSal- Usul
nyong kiyeh ora mudeng critane......


malah suntuk gan......PISS

Add Thank You


Maring Forum:


Hubungi Kami | Forume Wong Tegal lan Sekitare | Menduwur | Maring Konten | Mobile Version | Sindikasi RSS